BREAKING NEWS

Kemampuan dan Kecerdasan Spiritual Diperlukan Supaya Tidak Mabuk dan Suntuk Pada Sihiran Nilai-nilai Material

 


Jacob Ereste :

Pemahaman dan kecerdasan spiritual -- termasuk bagi para pelakunya dalam strata atau pads jenjang apapun -- tidak berarti harus mengabaikan material untuk mencapai ketinggian maksimal dalam pengembaraan spiritual, karena bagaimanapun beragam benruk  material tetap dibutuhkan oleh seorang pelaku spiritual yang paling fanatis atau ortodok sekalipun. Namun, orientasi pemikiran yang terlalu suntuk terhadap hal-hal yang bersifat materialisme dehingga menjadi semacam ideologi harga mati hingga dominan menyita perhatian terhadap hal-hal yang bertaut dengan spiritual yang patut untuk kekepankan agar etika   dan moral dapat terjaga sebagai penopang akhlak manusis yang semakin kapatalustik.


Konsekuensi logisnya memang konsep maupun praktik dari spiritualitas itu harus berhadapan dengan pemahaman yang fanatis pada materialisme atau ideologi kapitalis yang telah menebar dan mewabah di seluruh permukaan bumi, sehingga nilai-nilai keunggulan manusia cenderung -- atau bahkan lebih dominan -- ditakar dari jumlah harta benda kepemilikan yang mampu dia tumpuk dengan cara yang curang atau tidak lagi menjadi penting duntuk dipersoalkan. Karena itu para koruptor merasa lebih nyaman dan tenteram kelakukannya di Indonesia. Sebab bilsngan yang penting bsgi osra pencoleng itu adalah bagaimana berkelit agar tidak sampai tertangkap oleh aparat penegak hukum yang semakin doyan menerima suap agar mau ikut membungkam kasud yang srgarusnya fibuka. Kesan dari persekongkilan antara penjahat dan aparat penegak jukum ini pun terkesaan rumit hanya karena disebabkan oleh besaran nilai sogokan yang alit untuk dinegosiasikan.


Pengaruh dari ideoligi atau pamaman materislistil ini tampak dari kecenderungan dalam menilai keberhasilan seseorang dalam bidang apapun berdadarkan tampilan yang gagah -- karena berduit -- kaya, royal dan mengenakan fasilitas mewah, kendati semua itu sebetulnya barang kteditan yang belum  lunas dibayar. Atau hanya sekedar fasilitas sewaan. Maka itu, slogan yang penting adalah penampilan menjadi telah menjadi pilihan sikap ysng semakin menguat dalam generasi yang tumbuh  pada dua dekade tetakhir sekarang ini.


Begitulah cara memahami dan mesadakan sentuhan spiritual yang tidak kasat mata seperti marerial. Jadi kebutuhan manusia yang dapat dikatakan seitmring sejalan antara material dan spiritual itu tidak ada yang salah. Hanya saja pemahaman yang suntuk karena mabuk hal-hal yang berujud material telah mengansiksn nilai-nilai spiritual yang harus tumbuh subur di taman hati dan jiwa sehingga mampu membuat bathin tentram dalam menjalani hidup dan kehidupan di dunia yang acap dikatakan oleh para tokoh agama bahwa hidup di dunia ini hanya sementara saja.


Pemahaman dan pengertian tentang hidup di dunia ini sifatnya hanya sementara itu pun, sesungguhnya hanya mampu diterima dan diyakini melalui indra atau dinensi spiritual. Jadi kekeliruan terhadap pemahaman bahwa para spiritualis mengabaikan hal-hal yang dimaksud dari sifat-sifat materialistik itu adalah kekeliruan semiotika belaka. Kelemahan dari kemampuan metafsir tanda-tanda -- akibat dari keterbatasan wawasan -- dalam memahami makna dari spiritual. Jadi, masalahnya yang perlu dipahami korelasi antara material dan spiritual adalah bukan saling mengabaikan, tetapi perlu disadari bahwa material itu -- harta, benda dan kekayaan yang membuat manusia terkesan mabuk kepayang untuk merengkuhnya titak perlu terjadi seperti yang telah menjadi ideologi baru bagi manusia pada hari ini, sehingga birahi korupsi semakin merajalela, seperti telah menjadi trend dan pilihan cara hidup untuk dapat  menikmati kesenangan -- bahkan kebahagiaan -- secara instan.



Banten, 2 Maret 2026

Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment