Kades Abbanuange Hadiri Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Dusun Saleng
SOPPENG, INFO VIRAL SOPPENG.COM — Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Dusun Saleng, Desa Abbanuange, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, Selasa (22/9/2026), menjadi momentum masyarakat memperkuat silaturahmi sekaligus menjaga tradisi keagamaan. Kepala Desa Abbanuange hadir bersama warga dalam peringatan tersebut.
Kehadiran Kepala Desa Abbanuange menempatkan pemerintah desa langsung di tengah masyarakat. Ia mengikuti rangkaian peringatan sekaligus bersilaturahmi dengan warga Dusun Saleng.
Bagi masyarakat, Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar agenda tahunan. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengenang keteladanan Rasulullah SAW dan menerjemahkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan bermasyarakat.
Warga berkumpul dalam suasana keagamaan. Mereka mengikuti peringatan Maulid sekaligus memanfaatkan momentum tersebut untuk mempererat hubungan sosial dan menjaga kebersamaan antarwarga.
Tradisi Maulid juga menjadi bagian dari kehidupan keagamaan masyarakat Desa Abbanuange. Keberlangsungannya menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan masih memiliki ruang penting dalam kehidupan sosial masyarakat di tingkat dusun.
Kehadiran pemerintah desa turut memperlihatkan kedekatan hubungan antara pemerintahan dan masyarakat. Kepala Desa Abbanuange hadir bukan hanya dalam kapasitas sebagai kepala pemerintahan desa, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang mengikuti kegiatan sosial-keagamaan warga.
Momentum Maulid kembali mengingatkan masyarakat pada keteladanan Nabi Muhammad SAW. Persaudaraan, kepedulian, kejujuran, dan sikap saling menghormati menjadi nilai yang tetap relevan dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, makna Maulid tidak berhenti pada rangkaian acara. Nilai yang disampaikan dalam peringatan tersebut diharapkan dapat tercermin dalam sikap dan hubungan antarwarga.
Bagi masyarakat Dusun Saleng, peringatan ini menjadi ruang untuk merawat kebersamaan. Warga berkumpul dalam satu momentum keagamaan, memperkuat silaturahmi, dan mempertahankan tradisi yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Kehadiran Kepala Desa Abbanuange juga membuka ruang komunikasi langsung dengan warga. Pertemuan dalam suasana keagamaan menjadi bagian dari interaksi sosial yang mempertemukan pemerintah desa dan masyarakat di luar urusan administratif.
Pada akhirnya, Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Dusun Saleng membawa pesan yang sederhana: tradisi tidak cukup hanya dipertahankan melalui sebuah acara, tetapi juga melalui nilai yang terus dihidupkan dalam kehidupan masyarakat.
Dari Dusun Saleng, peringatan Maulid kembali menjadi ruang perjumpaan antara keagamaan, tradisi, dan kebersamaan. Kehadiran pemerintah desa bersama warga memperkuat silaturahmi sekaligus menghidupkan kembali pesan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan masyarakat.
(Sandi)
