BREAKING NEWS

Proyek Rabat Beton Kecamatan Balusu Toraja Utara, di Sorot Warga


TORAJA UTARA, INFOVIRALSOPPENG.COM
- Proyek pembangunan jalan rabat beton di Jalan Kandundung Andulan, Kelurahan Tagari, Kecamatan Balusu, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Proyek infrastruktur yang didanai melalui Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2026 senilai Rp 124,7 juta tersebut dilaporkan sudah mengalami kerusakan parah, padahal baru selesai dikerjakan kurang dari satu bulan.

‎
‎Berdasarkan pantauan di lapangan pada Kamis, 29 Oktober 2026, lalu, fisik jalan beton dengan volume 0,15 x 3 x 125 meter itu sudah hancur di beberapa titik. Material semen dan kerikil tampak terkelupas serta berserakan di sepanjang jalur. Kondisi ini memicu pertanyaan warga mengenai kualitas pengerjaan dan kesesuaian mutu material yang digunakan oleh pihak pelaksana proyek.
‎
‎Salah seorang warga setempat antho berharap agar instansi teknis dari pemerintah daerah segera turun ke lokasi untuk melakukan evaluasi. Warga menginginkan adanya pemeriksaan menyeluruh, mulai dari kualitas bahan bangunan, proses pengecoran, hingga ketebalan beton untuk memastikan kesesuaiannya dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan dokumen perencanaan.
‎
‎"Kami berharap dinas terkait turun langsung memeriksa pekerjaan ini. Kalau benar pekerjaan belum genap satu bulan sudah mengalami kerusakan, tentu perlu diketahui apa penyebabnya dan apakah pengerjaannya sudah sesuai dengan spesifikasi," ujar antho saat ditemui, Kamis lalu.
‎
‎Dugaan pengerjaan yang tidak sesuai standar ini juga memantik respons dari Lembaga Aliansi Indonesia Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Toraja Utara dan Kepala Divisi Investigasi Badan Penelitian Aset Negara (BPAN) Toraja Utara, Benyamin Sarapan, S.Pak, menyatakan adanya indikasi ketidakberesan dalam proyek fisik tersebut.
‎
‎Benyamin mendesak pihak Inspektorat Kabupaten Toraja Utara untuk segera melakukan inspeksi mendadak dan audit teknis di lapangan. Menurut dia, pengawas maupun auditor tidak boleh menutup mata terhadap kualitas proyek fasilitas publik yang diduga dikerjakan secara asal-asalan.
‎
‎"Kami meminta pihak inspektorat kabupaten segera melakukan inspeksi ke lokasi tersebut. Jangan sampai ada kebocoran anggaran dan pihak auditor hanya tutup mata. Jangan melihat dari kecil besarnya anggaran, namun kita lihat kerugian dari dampak pekerjaan tersebut yang diduga asal jadi. Kualitas dan kuantitas rabat beton itu patut dipertanyakan," kata Benyamin menegaskan.
‎
‎Ia menambahkan, apabila di kemudian hari ditemukan bukti adanya praktik kongkalikong atau "main mata" antara pihak pelaksana dengan oknum pemerintah setempat demi meraup keuntungan sepihak, maka hal tersebut harus segera diproses secara hukum karena telah merugikan kepentingan masyarakat luas.
‎
‎Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan kepada aparatur pemerintah setempat belum membuahkan hasil. Camat Balusu dan Lurah Tagari belum memberikan respons resmi perihal keluhan warga dan desakan dari lembaga swadaya masyarakat tersebut, meskipun pesan konfirmasi yang dikirimkan melalui aplikasi WhatsApp telah terkirim dan menunjukkan tanda terbaca.
‎
‎Masyarakat kini berharap pemerintah daerah dan dinas teknis terkait dapat segera mengambil tindakan konkret di lapangan demi asas transparansi dan pemenuhan hak publik atas infrastruktur yang layak.(TIM)
Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image